Bismillah…
"Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun". QS ( Al-Mulk: 1-2)
"Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn. Itulah keberuntungan yang besar". QS ( As-Shaff 10-12)
Ikhwah wal akhwatifillah,bagaimana kabar diri dan hati antum saat ini ?semoga istiqomah tetap terpatri dihati dan kesehatan antum tak berkurang walau secuil, sehingga lantunan pujian kepada Allah SWT tak berkurang bahkan bertambah dan bertambah.Lantunan shalawatpun tak lepas dari lisan.
Alhamdulillah,hingga hari ini masih bisa menghirup udara yang segar dan merasakan nikmat iman dan Islam.Nikmat yang tak bisa kita hitung dengan batasan angka.Alhamdulillah pula,saat ini kita masih mampu melangkahkan kaki di jalan dakwah yang indah ini.
Semakin hari perjalanan dakwah ini semakin berkembang.Begitupula perkembangan dakwah di Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar.Berbagai macam kegiatan dakwah di gerakkan dengan penuh semangat oleh para kader dan pengurus Lembaga Dakwah Fakultas (LDF Ulil Albaab).
Namun,kita perlu menyadari bahwa beban dakwah yang sedang kita emban ini sangat berat dan masih banyak tugas yang mesti kita jalani.Berbahagialah kita bisa menjadi salah satu dari sekian banyak saudara kita dari seluruh belahan bumi yang dipilih oleh Allah SWT untuk menempuh jalan ini,jalan berat yang dilalui oleh Rosulullah SAW,para sahabat dan para mujahid.
Yakinlah bahwa sebagaimana Perjuangan Rosulullah SAW dan para sahabat,jalan ini pasti punya akhir yang indah.Akan tercipta suatu bangunan peradaban Islam yang kokoh.Peradaban yang dibangun diatas kaki-kaki manusia hebat dan juga kokoh.Mari kita saling bergandengan tangan dalam setiap kerja dakwah kita agar kita bisa menjadi bagian dari bangunan peradaban tsb .sebagaimana yang disampaikan oleh Allah SWT dalam surat As-Shaff, Allah menyukai orang-orang yang berjuang dijalanNya dengan barisan yang teratur, mereka seperti bangunan yang kokoh.
Tetaplah bersemangat,yakinlah Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar akan mampu menghasilkan saintis dan teknokrat hebat lagi Islami.Namun tidak hanya semangat yang perlu kita miliki,kita juga harus :
Yakinlah akan kekuasaan Allah,Sang pemilik sebab.Materi dan usaha yang kita lakukan bukan satu-satunya alasan kita yakin akan keberhasilan yang akan kita capai,namun ada Dzat yang Maha Penentu.Jika Allah ridha akan kerja dakwah kita,maka Allah akan memberikan pertolongan-Nya.
Meningkatkan amalan harian.Manajemen organisasi, rencana strategis, dan program-program kerja dakwah akan efektif manakala dilakukan oleh tangan yang berwudhu, kening yang banyak sujud, jiwa yang khusyu’, hati yang tenang dan tunduk kepada Allah. Tanpa itu, sehebat-hebatnya manajemen dan taktik (perencanaan) yang dilakukan takkan memberi kemenangan. Oleh karena itu kita senantiasa berusaha agar amalan-amalan harian terjaga dan semakin meningkat seiring sejalan dengan amanah-amanah yang kita emban.
Melakukan persiapan diri.Apa yg dianggap orang adalah nafilah (sunah), bagi kita bernilai fardhah (wajib). Dimana posisi kita dalam tilawah sehari? Dimana posisi kita dalam raka’at-raka’at saat malam? Dimana posisi kita dalam infak? Dimana posisi kita dalam raka’at dhuha?. Sehingga kita sudah siap secara pribadi sebelum berdakwah dihadapan orang lain. Sehingga apa-apa yang kita katakan memiliki citarasa spiritual dan bertenaga ruhiyah.
Bertakwa dan Menjaga diri dari maksiat. Umar bin Khattab pernah mengirim surat kepada Sa’ad bin Abi waqqosh sebelum peperangan “ Sesungguhnya kami memerintahkan kepadamu dan pada seluruh pasukan agar takwa dalam segala keadaan, karena takwa kepada Allah merupakan persiapan dan strategi yang paling kuat dalam pertempuran. Aku perintahkan pula agar menjaga diri dari maksiat, karena maksiat yang engkau perbuat lebih aku khawatirkan daripada kekuatan musuh, sebab engkau akan ditolong Allah jika musuh telah maksiat. Jika kita sama-sama maksiat maka kekuatan musuh akan lebih kuat, sangatlah berat kita menghadapi musuh jika hanya mengandalkan pada kekuatan yang kita miliki. Kecuali dengan mengandalkan ketakwaan kita kepada Allah dan senantiasa menjaga diri dari berbuat maksiat”.
Bersungguh-sungguh.Tatkala Allah SWT memberikan perintah kepada hamba-hambaNya yang ikhlas, Ia tak hanya memeritah untuk taat melaksanakannya melainkan juga harus mengambilnya dengan Quwwah, Kesungguh-sungguhan. Sejarah telah diwarnai, dipenuhi dan diperkaya oleh orang-orang yang sungguh sungguh. Bukan oleh orang-orang yang santai, berleha-leha, dan berangan-angan. Maka inilah momentum yang paling baik untuk merealisasikan cita-cita dakwah kita dengan menempatkan kerja-kerja dakwah kita dengan penuh kesungguhan, sehingga kelak kita bisa membuat sejarah dalam perjalanan dakwah di Fakultas.
Tadhiyah (pengorbanan) dijalan dakwah. Pengorbanan kita di jalan Allah adalah sekedar mengembalikan sesuatu yang berasal dari Allah jua. Kadang kita berat berinfaq, padahal harta kita dari-Nya. Kita terlalu perhitungan dengan tenaga dan waktu untuk berbuat sesuatu di jalan Allah padahal semua yang kita miliki berupa ilmu dan kemuliaan keseluruhannya juga berasal dari Allah.
Ketaatan kepada qiyadah (pemimpin). Umar bin Khattab berkata “ Tidak ada islam melainkan dengan jamaah, tidak ada jamaah kecuali dengan imamah (kepemimpinan), dan tidak pemimpin kecuali dengan ketaatan”.Selama qiyadah masih dijalan Allah,maka taatlah.
Alhamdulillah,hingga hari ini masih bisa menghirup udara yang segar dan merasakan nikmat iman dan Islam.Nikmat yang tak bisa kita hitung dengan batasan angka.Alhamdulillah pula,saat ini kita masih mampu melangkahkan kaki di jalan dakwah yang indah ini.
Semakin hari perjalanan dakwah ini semakin berkembang.Begitupula perkembangan dakwah di Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar.Berbagai macam kegiatan dakwah di gerakkan dengan penuh semangat oleh para kader dan pengurus Lembaga Dakwah Fakultas (LDF Ulil Albaab).
Namun,kita perlu menyadari bahwa beban dakwah yang sedang kita emban ini sangat berat dan masih banyak tugas yang mesti kita jalani.Berbahagialah kita bisa menjadi salah satu dari sekian banyak saudara kita dari seluruh belahan bumi yang dipilih oleh Allah SWT untuk menempuh jalan ini,jalan berat yang dilalui oleh Rosulullah SAW,para sahabat dan para mujahid.
Yakinlah bahwa sebagaimana Perjuangan Rosulullah SAW dan para sahabat,jalan ini pasti punya akhir yang indah.Akan tercipta suatu bangunan peradaban Islam yang kokoh.Peradaban yang dibangun diatas kaki-kaki manusia hebat dan juga kokoh.Mari kita saling bergandengan tangan dalam setiap kerja dakwah kita agar kita bisa menjadi bagian dari bangunan peradaban tsb .sebagaimana yang disampaikan oleh Allah SWT dalam surat As-Shaff, Allah menyukai orang-orang yang berjuang dijalanNya dengan barisan yang teratur, mereka seperti bangunan yang kokoh.
Tetaplah bersemangat,yakinlah Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar akan mampu menghasilkan saintis dan teknokrat hebat lagi Islami.Namun tidak hanya semangat yang perlu kita miliki,kita juga harus :
Yakinlah akan kekuasaan Allah,Sang pemilik sebab.Materi dan usaha yang kita lakukan bukan satu-satunya alasan kita yakin akan keberhasilan yang akan kita capai,namun ada Dzat yang Maha Penentu.Jika Allah ridha akan kerja dakwah kita,maka Allah akan memberikan pertolongan-Nya.
Meningkatkan amalan harian.Manajemen organisasi, rencana strategis, dan program-program kerja dakwah akan efektif manakala dilakukan oleh tangan yang berwudhu, kening yang banyak sujud, jiwa yang khusyu’, hati yang tenang dan tunduk kepada Allah. Tanpa itu, sehebat-hebatnya manajemen dan taktik (perencanaan) yang dilakukan takkan memberi kemenangan. Oleh karena itu kita senantiasa berusaha agar amalan-amalan harian terjaga dan semakin meningkat seiring sejalan dengan amanah-amanah yang kita emban.
Melakukan persiapan diri.Apa yg dianggap orang adalah nafilah (sunah), bagi kita bernilai fardhah (wajib). Dimana posisi kita dalam tilawah sehari? Dimana posisi kita dalam raka’at-raka’at saat malam? Dimana posisi kita dalam infak? Dimana posisi kita dalam raka’at dhuha?. Sehingga kita sudah siap secara pribadi sebelum berdakwah dihadapan orang lain. Sehingga apa-apa yang kita katakan memiliki citarasa spiritual dan bertenaga ruhiyah.
Bertakwa dan Menjaga diri dari maksiat. Umar bin Khattab pernah mengirim surat kepada Sa’ad bin Abi waqqosh sebelum peperangan “ Sesungguhnya kami memerintahkan kepadamu dan pada seluruh pasukan agar takwa dalam segala keadaan, karena takwa kepada Allah merupakan persiapan dan strategi yang paling kuat dalam pertempuran. Aku perintahkan pula agar menjaga diri dari maksiat, karena maksiat yang engkau perbuat lebih aku khawatirkan daripada kekuatan musuh, sebab engkau akan ditolong Allah jika musuh telah maksiat. Jika kita sama-sama maksiat maka kekuatan musuh akan lebih kuat, sangatlah berat kita menghadapi musuh jika hanya mengandalkan pada kekuatan yang kita miliki. Kecuali dengan mengandalkan ketakwaan kita kepada Allah dan senantiasa menjaga diri dari berbuat maksiat”.
Bersungguh-sungguh.Tatkala Allah SWT memberikan perintah kepada hamba-hambaNya yang ikhlas, Ia tak hanya memeritah untuk taat melaksanakannya melainkan juga harus mengambilnya dengan Quwwah, Kesungguh-sungguhan. Sejarah telah diwarnai, dipenuhi dan diperkaya oleh orang-orang yang sungguh sungguh. Bukan oleh orang-orang yang santai, berleha-leha, dan berangan-angan. Maka inilah momentum yang paling baik untuk merealisasikan cita-cita dakwah kita dengan menempatkan kerja-kerja dakwah kita dengan penuh kesungguhan, sehingga kelak kita bisa membuat sejarah dalam perjalanan dakwah di Fakultas.
Tadhiyah (pengorbanan) dijalan dakwah. Pengorbanan kita di jalan Allah adalah sekedar mengembalikan sesuatu yang berasal dari Allah jua. Kadang kita berat berinfaq, padahal harta kita dari-Nya. Kita terlalu perhitungan dengan tenaga dan waktu untuk berbuat sesuatu di jalan Allah padahal semua yang kita miliki berupa ilmu dan kemuliaan keseluruhannya juga berasal dari Allah.
Ketaatan kepada qiyadah (pemimpin). Umar bin Khattab berkata “ Tidak ada islam melainkan dengan jamaah, tidak ada jamaah kecuali dengan imamah (kepemimpinan), dan tidak pemimpin kecuali dengan ketaatan”.Selama qiyadah masih dijalan Allah,maka taatlah.
Untukmu..Aktivis dakwah LDF Ulil Albaab.Bertahanlah,Istiqomahlah. Harapan itu masih ada..
